Asal-Usul, Ragam Jenis, dan Tips Merawat Ikan Arwana – Ikan arwana merupakan salah satu ikan hias yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi. Bentuk tubuhnya yang anggun, sisik besar berkilau, serta gerakan renangnya yang elegan membuatnya dijuluki sebagai “naga air” di kalangan penghobi ikan. Tak hanya indah, ikan arwana juga dipercaya membawa keberuntungan oleh sebagian masyarakat, terutama di Asia.
Daya tarik ikan arwana tidak hanya berasal dari penampilannya, tetapi juga dari sejarah panjang dan beragam jenisnya. Selain itu, memelihara ikan ini memerlukan pengetahuan dan perhatian khusus agar tetap sehat dan tampil maksimal.
Artikel ini akan membahas asal-usul ikan arwana, ragam jenis yang populer, serta tips merawatnya bagi pemula maupun penghobi berpengalaman.
1. Asal-Usul Ikan Arwana
Ikan arwana termasuk dalam keluarga Osteoglossidae dan merupakan salah satu ikan air tawar purba yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Diperkirakan, nenek moyang ikan ini hidup sekitar 100 juta tahun lalu. Ciri fisiknya yang khas, seperti tubuh memanjang, sirip punggung dan dubur yang panjang, serta mulut menghadap ke atas, membuatnya mudah dikenali.
Sebaran Habitat
Arwana tersebar di berbagai wilayah tropis di dunia. Setiap daerah memiliki spesies yang berbeda, seperti:
-
Asia Tenggara – terkenal dengan Scleropages formosus atau arwana Asia yang memiliki warna-warna cantik seperti emas, merah, dan hijau.
-
Australia – dihuni oleh arwana Scleropages jardinii dan Scleropages leichardti.
-
Amerika Selatan – habitat arwana perak (Osteoglossum bicirrhosum) dan arwana hitam (Osteoglossum ferreirai).
Makna Simbolis
Dalam budaya Tionghoa, ikan arwana sering dikaitkan dengan kemakmuran, keberuntungan, dan kesuksesan. Bentuk tubuhnya yang menyerupai naga dalam mitologi membuatnya dijadikan simbol status dan prestise. Karena kepercayaan ini, arwana sering menjadi buruan kolektor, bahkan harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah untuk varietas tertentu.
2. Ragam Jenis Ikan Arwana Populer
Terdapat berbagai jenis ikan arwana yang dikenal di dunia, masing-masing dengan ciri khas warna dan pola tubuhnya. Berikut beberapa yang paling populer di kalangan penghobi:
Arwana Super Red
Berasal dari perairan Kalimantan Barat, terutama di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum. Warna merahnya yang menyala membuatnya menjadi primadona di pasar ikan hias. Terdapat beberapa varian seperti Blood Red dan Chili Red. Perawatan intensif diperlukan agar warna tetap cerah.
Arwana Crossback Golden
Berasal dari Malaysia, khususnya di wilayah Perak. Dinamakan “crossback” karena warna emasnya bisa meluas hingga ke punggung. Ikan ini sangat diminati kolektor karena tampilannya yang mewah dan eksklusif.
Arwana Green
Memiliki warna kehijauan dengan sedikit kilau emas atau perak. Jenis ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Myanmar, dan Thailand. Harganya relatif lebih terjangkau dibanding arwana super red.
Arwana Silver
Berasal dari Amerika Selatan, khususnya Brazil. Tubuhnya panjang dan ramping dengan warna perak mengilap. Arwana silver memiliki sifat lebih aktif dan sering melompat, sehingga akuarium perlu dilengkapi penutup yang aman.
Arwana Jardini
Berasal dari Australia dan Papua Nugini. Memiliki sisik berwarna keemasan dengan bintik-bintik perak atau tembaga. Ukurannya bisa mencapai lebih dari 60 cm di akuarium.
Arwana Banjar
Sering disamakan dengan arwana merah, tetapi memiliki warna lebih pucat. Jenis ini berasal dari Kalimantan Selatan dan menjadi pilihan bagi pemula karena harganya lebih terjangkau.
3. Tips Merawat Ikan Arwana Agar Tetap Sehat dan Indah
Memelihara ikan arwana tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan akuarium yang memadai, kualitas air yang terjaga, dan pakan yang sesuai agar ikan tetap sehat dan warna tubuhnya optimal.
Persiapan Akuarium
-
Ukuran: Minimal 150 cm panjang untuk satu ekor arwana dewasa, karena ikan ini membutuhkan ruang renang yang luas.
-
Penutup: Wajib dipasang karena arwana sering melompat tinggi.
-
Dekorasi: Gunakan ornamen sederhana agar ikan tidak terluka, hindari batu tajam atau tanaman plastik keras.
Kualitas Air
-
pH Ideal: 6,5–7,5
-
Suhu Air: 26–30°C
-
Filtrasi: Gunakan sistem filtrasi kuat untuk menjaga kebersihan air, karena arwana sensitif terhadap amonia dan nitrit.
-
Pergantian Air: Lakukan penggantian air 20–30% setiap minggu untuk mencegah penumpukan kotoran.
Pakan Berkualitas
Arwana termasuk ikan predator yang membutuhkan asupan protein tinggi. Beberapa pilihan pakan:
-
Pakan alami: jangkrik, udang, ikan kecil, kelabang, atau cacing super.
-
Pakan olahan: pelet khusus arwana yang mengandung vitamin dan zat pewarna alami untuk mempertahankan kilau sisik.
Hindari memberi pakan berlebihan karena dapat mengotori air dan menyebabkan obesitas pada ikan.
Perawatan Kesehatan
-
Pengamatan Rutin: Perhatikan perilaku ikan setiap hari. Jika nafsu makan menurun atau warna memudar, kemungkinan ada masalah kesehatan.
-
Karantina: Pisahkan ikan baru sebelum digabungkan untuk mencegah penularan penyakit.
-
Obat dan Suplemen: Gunakan sesuai kebutuhan, misalnya vitamin penunjang warna atau obat anti-bakteri jika ada luka.
Kesimpulan
Ikan arwana adalah salah satu ikan hias paling menawan dan memiliki nilai simbolis tinggi. Asal-usulnya yang kuno, ragam jenisnya yang berwarna-warni, serta citranya sebagai simbol keberuntungan menjadikannya idaman para penghobi.
Namun, keindahan ikan ini tidak datang begitu saja. Perawatan yang tepat—mulai dari pemilihan akuarium, pengaturan kualitas air, pemberian pakan berkualitas, hingga pengawasan kesehatan—menjadi kunci agar arwana tetap sehat dan tampil memukau.
Dengan pengetahuan dan kesabaran, memelihara arwana bukan hanya soal hobi, tetapi juga bentuk seni yang memadukan keindahan alam dengan sentuhan manusia. Jika dirawat dengan baik, ikan arwana dapat hidup hingga puluhan tahun, menjadi sahabat setia di dalam akuarium, dan mungkin saja membawa keberuntungan bagi pemiliknya.